
Sejak 18 Desember 2024, saya memulai dengan melakukan jalan kaki indoor atau jalan di tempat di rumah saja karena memang sedari awal saya orangnya agak anti sosial (ANSOS), yang menyebabkan saya enggan untuk keluar rumah bertemu dengan orang lain atau dengan tetangga.
Saya begitu canggung ketika bertemu orang, mau menegur malu dan khawatir tidak dijawab oleh yang ditegur, tidak menegur malah takut dikira sombong, suara saya akan terasa mendadak sangat kecil volumenya ketika akan menegur orang lain berlalu melewati mereka saat berkegiatan di luar rumah. Begitulah rasanya.
Tidak tahu ini namanya apa dan kenapa atau mungkin saya hanya fobia sosial. Karena sepertinya memang bukan introvert mengingat bahwa saya tidak merasakan lelah yang begitu menguras tenaga ketika berada di tempat orang banyak. Karena memang seharusnya kita sebagai manusia bergerak setidak-tidaknya berjalan kaki saya tetap lakukan itu setiap harinya dengan selalu menyempatkan waktu tanpa harus perduli dengan fobia sosial ini.
Alhamdulillah, saya sudah senang melakukannya sampai saat hari ini saya usahakan untuk rutin dan menargetkan minimal 6.000 langkah perharinya bahkan sekarang saya lebih sering untuk berjalan keluar rumah untuk memenuhi target itu, berjalannya waktu saya justru menegur sebagian orang-orang yang saya temui di jalan, memang tidak semua yang bertemu ditegur, karena feeling saya sebagai orang yang fobia sosial, saya memilih siapa yang terlihat ramah karena memang mereka sudah melirik ke arah saya sehingga saya lebih mudah menegur walaupun hanya dengan menganggukkan kepala atau tersenyum kepadanya.
Jalan kaki adalah jalan bagi saya untuk menurunkan berat badan yang sudah lumayan naik paska pandemi covid 19, yang mana pada saat pandemi covid 19 saya telah melakukan penurunan berat badan dengan kondisi awalnya sekitar kurang lebih 70 Kg dan berhasil saya turunkan sampai dengan 60 Kg. Saat itu saya rutin olahraga di rumah dengan meniru gerakan-gerakan olahraga di youtube dan aplikasi workout melalui gawai saya. Selain olahraga saya memang mengurangi jumlah kalori atau makanan yang saya makan setiap harinya ketika itu.
Semua latihan yang sudah saya mulai, suatu waktu terhenti karena saya tertular virus covid 19, saat itu saya, istri dan anak demam kemudian ketika memeriksakan ke dokter, lalu didiagnosa positif covid 19, untungnya saat itu kepanikan sudah mereda sehingga orang-orang lebih santai ketika mengetahui kita positif covid 19, terlihat dari suster yang melayani pemeriksaan waktu itu begitu santainya setelah memperlihatkan hasil tes kepada kami.
Setelah kejadian positif covid itu saya yang sudah menurunkan berat badan saya, membuat saya tidak lagi berolahraga seperti biasa dan pola makan yang mulai berantakan lagi sampai dengan saat demam sudah sembuh dan dinyatakan negatif covid 19. Setelah sembuh dari demam saya berusaha untuk memulai kembali kegiatan olahraga saya akan tetapi nafas terasa terlalu sesak saat itu sehingga saya tidak melanjutkan olahraga sampai dengan waktu yang lama yaitu sampai dengan 17 Desember 2024. Waktu yang sangat lama, tentunya membuat badan kembali melar karena menumpuknya lemak.
Kembali dengan aktifitas olahraga, saat itu seperti yang saya ceritakan di atas saya memulai jalan kaki dan itu menjadi rutinitas saya setiap hari sampai saat ini. Karena pencarian saya di mesin pencarian google kebanyakan tentang cara bagaimana latihan atau olahraga di rumah sehingga banyak sekali rekomendasi tentang kesehatan dan olahraga yang bermunculan di media sosial membuat saya semakin belajar dan menjadi tahu bahwa sebaiknya mulai dari usia 30 tahun orang seharusnya sudah mulai rutin berolahraga dan menjaga pola makan seimbang dengan aktifitas fisiknya. Ternyata saya sudah sedikit terlambat untuk memulainya karena anjuran untuk rutin berolahraga baiknya dimulai usia 30 tahun bahkan lebih awal juga semakin baik untuk membentuk tulang dan masa otot yang baik, tetapi tidak apa-apa, mulai saja.
Saya semakin termotivasi dengan edukasi menjaga badan agar sehat dan bugar. Lalu saya kemudian belajar banyak hal tentang gerakan apa saja yang bisa dilakukan di rumah untuk berolahraga walaupun tidak mengetahui semua apa nama gerakannya. Banyak dokter, binaraga dan olahragawan yang sedari dulu mengedukasi tentang manfaat baik olahraga tapi kadang jauh dari kita karena kita tidak berusaha mencari tahu bagaimana menjaga kesehatan tubuh yang sudah Allah ciptakan sedemikian luar biasanya dan sebagai makhluk, Allah memberi batas kemampuan atas semua itu.
Tubuh dengan berbagai organ yang ada di dalamnya mempunyai batas untuk menerima apa saja yang kita masukkan ke dalamnya yaitu makanan, semua makanan baik selama kita sadar dengan batasnya, pantas saja Nabi Muhammad tidak pernah mencela makanan, jika Beliau tidak suka Beliau akan meninggalkannya. Organ tubuh kita sudah sangat luar biasa dalam mengolah dan membuang racun yang masuk dalam tubuh melalui makanan, tetapi organ mempunyai keterbatasan untuk mengolah semua makanan yang masuk itu.
Jumlah makanan yang masuk dengan kapasitas banyak dan aktifitas fisik yang minim atau bahkan tidak ada membuat organ tubuh yang mengolah makanan menjadi tidak bekerja dengan baik sehingga makanan yang masuk menjadi menumpuk dan diolah menjadi lemak dalam tubuh membuat kita menjadi kelebihan berat badan bahkan bisa menjadi obesitas. Berbagai permasalahan tubuh akan terjadi jika dibiarkan berlarut-larut.
Allah juga telah memberikan batasan dalam hal makan, “Makan dan minumlah kamu, tapi jangan berlebihan karena Allah tidak menyukai segala sesuatu yang berlebih-lebihan”. Perintah ini tentunya membuat kita berpikir lalu kemudian belajar bahwa perintah ini juga merupakan petunjuk bahwa kita harus bereksperimen dengan tubuh yang Allah berikan ini dalam artian kita harus mengetahui batas tubuh kita kapan dikatakan sudah cukup dan kapan dia menjadi berlebih-lebihan.
Saat ini banyak sekali makanan olahan yang membuat kita ketagihan untuk makan lebih banyak atau makan lagi makanan lainnya karena makanan sebelumnya membuat tubuh selalu ingin makan. Waktu makan yang terlalu panjang membuat kita lupa batasan yang telah Allah berikan, pagi makan dengan makanan yang berat dan berkegiatan ditemani lagi cemilan gorengan atau kue lainnya, siang makan lagi dengan makanan berat sore dengan cemilan lagi dan coffe break-nya, malam makan lagi dengan porsi yang hampir sama persis dengan dua kali makan sebelumnya dan bahkan malam menyempatkan lagi masak mie instan karena tidur yang terlalu larut sehingga perut terasa lapar.
Bagi masyarakat kebanyakan badan terlihat gemuk menjadi ukuran kebahagiaan orang-orang bahkan ada yang menjadikan ukuran kesuksesan apabila perut sudah maju artinya sudah sukses begitulah pandangannya. Lemak menjadi menumpuk justru sudah menjadi tanda bahwa kinerja tubuh kita sudah menurun seiring berjalannya waktu tandanya aktifitas kita sudah tidak seperti saat masih remaja atau masih muda. Terutama pada masyarakat yang bekerja di kantor cenderung lebih banyak duduk dalam bekerja, membuatnya menjadi lebih sedikit dalam aktifitas fisik.
Selain aktifitas fisik yang minim, jumlah makanan yang masuk dalam tubuh juga tidak menjadi perhatian, padahal Nabi Muhammad juga mengajarkan kita untuk mengistirahatkan perut dengan berpuasa pada hari Senin dan Kamis sehingga tubuh dapat lebih baik bekerja.
Jalan kaki adalah cara saya memulai kebiasaan yang saya sebut kebiasaan normal. Karena memang kebiasaan itu harus dinormalisasi. Kita akan selalu sibuk jika kita merasa tidak ada waktu untuk melakukan itu karena otak kita selalu memikirkan tidak ada waktu. Memulai kebiasaan baru itu mudah jika kita lakukan dengan senang hati terlebih dahulu, kita berolahraga bukan untuk menjadi atlet tetapi kita berolahraga untuk memenuhi kebutuhan tubuh kita dengan aktifitas agar membantunya tetap bekerja maksimal mengolah apa-apa yang telah kita makan.
Semudah hanya dengan jalan kaki, banyak organ pada tubuh kita yang menjadi happy. Jantung memompakan darah dengan cepat, kaki menjadi kuat, tubuh menerima hangatnya matahari pagi yang berfungsi menjadi vitamin D untuk tubuh, makanan yang telah kita makan menjadi berfungsi jadi energi.
Ketika turun berat badan akan banyak pertanyaan dari orang-orang yang melihat kita, kenapa kurus? Apa karena sakit? Bahkan sampai ada yang mengatakan seperti tidak ada yang urus. Hal demikian bukanlah hinaan ataupun cacian akan tetapi bentuk perhatian karena sudut pandang mayoritas masyarakat memang begitu. Bahkan juga mereka menutupnya dengan “jangan terlalu kurus ya”. Tetap tenang dan senang dengan begitu kita tahu progres kita nyata.
Tujuan diet adalah untuk mencapai berat ideal, artinya tidak kelebihan gemuk dan tidak terlalu kurus tentu kita tidak mau juga jika terlalu kurus untuk itu makanan yang kita konsumsi haruslah bergizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kita. Saya bersyukur atas ketidaknyamanan saya dengan perut yang membuncit sehingga membuat saya sadar dan belajar bahwa ini tidak normal dan saya memulainya dengan jalan kaki.
