
Menjalani langkah yang berurutan dan sistematis sangat membutuhkan kesabaran, agar tujuan yang diinginkan dapat diperoleh dengan baik. Dizaman yang serba cepat sekarang ini banyak sekali keinginan yang kita mau agar dapat dicapai dengan cepat dan instan, rasanya ingin segala sesuatu yang dijalani kita potong semua prosesnya sehingga lebih cepat sampai tujuan.
Begitu pula dalam pengasuhan terhadap anak, sering sekali rasa tidak sabar datang kepada kita sebagai orang tua dalam memberikan pengasuhan padanya, terkadang beban pekerjaan atau masalah lain yang hinggap di kepala membuat kita tidak sabar dalam menghadapi setiap tingkah polah anak yang bisa saja random mereka lakukan atas tidak mengertinya mereka dan kepolosan mereka sebagai anak.
Memang begitulah prosesnya, seharusnya kita menjadikan apa yang anak-anak lakukan menjadi pengingat bahwa kita dahulu juga menjalani proses seperti mereka, mungkin apa yang kita lakukan bisa jadi lebih dari apa yang anak lakukan saat ini, begitulah kita seiring proses tersebut berjalan kita lupa dengan apa yang telah kita lalui dan apa yang kita lakukan serta seperti apa tingkah polah kita dulu sewaktu kecil.
Saya sering mendengar ungkapan tentang tidak ada anak yang nakal, tapi yang ada hanyalah orang tua yang tidak sabar. Ungkapan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya sebagai orang tua, betapa tidak sabarnya saya terkadang menghadapi proses yang dilalui anak, sehingga saya memotong proses anak dalam tumbuh kembangnya, padahal segala tingkah anak merupakan fase anak berproses dalam tumbuh kembangnya terkadang saya potong proses itu dengan cara membentak bahkan memarahinya atas segala keterbatasan saya sendiri sebagai orang tua.
Proses menjadi manusia ini berjalan, bahkan berjalan dari sejak seribu hari pertama kehidupan segala sesuatu dipersiapkan untuk memberikan hasil dan tujuan terbaik bagi anak yang akan terlahir ke dunia. Semua yang terbaik harus diberikan pada fase ini termasuk dalam hal nutrisi dan perlakuan yang baik untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Ketika mereka telah terlahir ke dunia, pola asuh dan makanan apa yang anak makan menjadi penentu seperti apa setiap proses tumbuh kembang yang akan mereka lalui, pola asuh yang baik dan makanan yang baik untuk tumbuh kembangnya sangat dibutuhkan. Orang tua dan lingkungan menjadi tempat belajar bagi mereka hingga dewasa.
Sebagai makhluk yang terbatas, penting bagi kita mengajarkan bahwa kita ini terbatas, terus belajar menjadi satu keharusan bagi kita sebagai orang tua dan juga anak. Terkadang saya sendiri dalam proses tumbuh kembang anak juga banyak belajar dari apa yang anak-anak lakukan, terkadang dia terlihat lebih bisa atau mengetahui sesuatu dibanding saya sendiri karena anak belajar dari kebiasaannya sendiri.
Semua proses memberikan banyak pengalaman, pengalaman memberikan pelajaran dalam kehidupan, mungkin ini yang orang tua kita rasakan dahulu ketika kita masih kecil, kesedihan mendalam dihati ketika orang tua memarahi tanpa mengetahui apa masalah yang sedang mereka hadapi. Mungkin saja orang tua sebenarnya tidak mau marah, akan tetapi sangat sulit untuk melawan diri sendiri.
Proses itu terus berjalan membawa kita ke tujuan, yang dahulunya sebagai anak saat ini sudah punya anak. Terus selalu hargai setiap proses yang ada lambat atau cepatnya harus tetap dijalani dengan ketabahan dan kesabaran.
Anak menangis dan tantrum adalah ungkapan perasaan mereka, sulit memang untuk memahaminya tapi inilah proses. Setiap proses akan memberikan pelajaran pada kita, sehingga kita dapat bijaksana setelahnya. Semoga selalu menjadi pelajaran yang berharga.
