
Sebenarnya kebiasaan jalan kaki bukan hal yang baru-baru ini saja saya lakukan. Sejak kecil saya sudah terbiasa jalan kaki baik itu ke sekolah dan bermain dengan jarak yang sebetulnya jauh bagi orang-orang yang hari ini terbiasa dengan naik sepeda motor atau kendaraan walau hanya berjarak sangat dekat.
Saat ini orang sangat dimanjakan dengan berbagai fasilitas kendaraan yang tadinya kendaraan sepeda motor, sekarang juga ada sepeda listrik yang bisa digunakan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Wajar saja orang cenderung lebih memilih menggunakan fasilitas-fasiltas tersebut selain karena lebih nyaman dan cepat, tidak adanya sesuatu yang memotivasi orang untuk berjalan kaki juga menjadi penyebabnya.
Tidak ada tempat berjalan kaki yang nyaman bagi pejalan kaki, berjalan dan menyeberang di jalanan juga merupakan keahlian yang sangat perlu diasah, bagaimana tidak, dengan jumlah kendaraan yang banyak di jalanan membuat kita takut untuk menyeberang di jalan saat berjalan kaki. Ditambah lagi kurangnya rasa menghargai bagi mereka yang berkendara kepada pejalan kaki yang ingin menyeberang.
Hampir semua pengendara terlihat terburu-buru sehingga untuk mempersilakan orang untuk menyeberang jalan sangatlah jarang ada yang mau melakukan. Bukan hanya itu saja faktor yang membuat orang enggan berjalan kaki, faktor cuaca yang lumayan terik juga mengakibatkan orang lebih memilih menghindari untuk melakukannya.
Bagi saya yang biasa berjalan kaki sedari kecil menganggap jalan kaki adalah hal yang normal dan biasa, apalagi pada saat saya masih lajang dulu selain untuk berhemat berjalan kaki adalah cara saya untuk menikmati dan ingin lebih mengetahui daerah sekitar yang sedang saya lewati. Selain karena hal tersebut menunggu angkutan umum merupakan hal yang membosankan bagi saya, sehingga saya lebih memilih untuk jalan kaki untuk tujuan yang dekat menurut saya.
Bukan saya anti dengan naik kendaraan, tetapi sepertinya terlalu berlebihan jika kita harus naik sepeda motor hanya sekedar untuk ke warung atau minimarket yang jaraknya mungkin hanya dua ratus meter dari rumah atau ke masjid yang jaraknya juga tidak terlalu jauh dari rumah, bagi saya itu sangat berlebihan apabila kita merasa keberatan untuk melakukannya dengan berjalan kaki.
Ketika saya berjalan kaki ke masjid, sangat sering di jalan saya ditumpangi naik sepeda motor oleh orang yang ingin menuju ke masjid yang sama. Terkadang saya tolak dan kadang saya bersedia dengan tawarannya karena tidak enak jika terus-terusan ditolak kebaikannya. Dengan bersedia menerima tawaran menumpang tersebut tidak sama sekali membuat kita saling kenal, tapi hanya mencipatakan suasana canggung saja karena tidak ada yang bisa diceritakan dalam perjalanan yang hanya lebih kurang tiga ratus meter. Padahal jika mereka mengajak berjalan kaki bersama akan lumayan banyak obrolan yang bisa dilakukan. Tapi alhamdulillah sepeda motornya digunakan untuk ke masjid dan juga sempat menumpangi orang ke masjid.
Cerita lain yang juga menurut saya sangat unik adalah pernah suatu ketika saya sedang berada di salah satu pengadilan di Jakarta dengan seorang rekan yang akan naik ke lantai tiga bangunan pengadilan tersebut, dan rekan saya mengajak untuk menaiki lift, lalu dengan spontan saya bertanya apakah lift tersebut juga boleh dinaiki oleh orang yang masih muda karena sebelumnya memang tidak ada lift di sana, seketika seorang ibu-ibu yang sudah menunggu lebih dulu di depan lift menjawab pertanyaan saya itu dengan jawaban “kalau saya lebih baik naik lift-lah, kalau mas mau naik tangga ya silakan. Ada fasilitas ini kok, ya dimanfaatkan”, saya hanya tersenyum mendengarkan ibu-ibu yang tidak kami kenal itu dengan tetap naik lift karena saya sedang bersama rekan yang kebetulan memang sudah senior.
Tidak ada yang salah dengan menikmati atau memanfaatkan fasilitas. Tetapi terkadang kita juga harus merepotkan diri dengan berjalan kaki karena akan berdampak baik juga bagi tubuh. Dalam kehidupan sehari-hari kadang kita juga butuh aktifitas fisik diluar olahraga. Saya pribadi juga tidak anti dengan pemanfaatan fasilitas yang ada, sering juga saya manfaatkan fasilitas itu untuk waktu-waktu yang sangat dibutuhkan. Allah juga menciptakan segala sesuatu yang ada pada tubuh kita dengan berbagai hikmah dibaliknya. Maka untuk itu penting juga bagi kita memanfaatkan fasilitas jalan kaki itu untuk memperoleh hikmah karena segala sesuatu diciptakan dengan berbagai manfaatnya.
Berjalan kaki bukanlah hal yang aneh, jalan kaki membantu tubuh kita tetap fit karena melatih otot jantung kita, pengetahuan ini sudah sangat banyak sekali diteliti melalui ilmu pengetahuan dan hari ini sangat mudah bagi kita untuk mengakses pengetahuan itu. Bagi saya berjalan kaki juga sangat membantu ketika perut sedang kembung, saat berjalan kaki membuat rasa sakit perut menjadi berkurang dan ini sudah saya buktikan sendiri beberapa kali.
Selain itu, saat badan terasa pegal-pegal juga terkadang saya terapi dengan berjalan kaki sehingga rasa pegal itu menjadi hilang. Bahkan ketika berat badan naik berlebih selain mengurangi porsi makanan juga saya turunkan dengan berjalan kaki. Sehingga ini membuat saya tidak merasa masalah ketika dianggap aneh oleh orang lain karena tidak memanfaatkan fasilitas yang ada, karena sudah banyak manfaatnya bagi saya pribadi. Tapi bukan berarti jalan kaki sebagai pengganti obat ya, jika keluhan berlanjut konsultasikan dengan dokter.
Di negara-negara maju kita ketahui bahwa masyarakatnya sangat biasa jalan kaki dalam aktifitas sehari-hari mereka. Hal ini tentunya disebabkan banyak faktor mungkin karena tarif parkir yang mahal, cuaca yang dingin sehingga membuat orang harus banyak bergerak, mungkin salah satunya bisa juga dikarenakan fasilitas jalan kakinya yang bagus dan nyaman.
Jika kita telusuri di internet, berdasarkan hasil penelitian ternyata negara kita berada paling terendah rata-rata langkah kaki di dunia. Kalau dunia saja memperhatikan tentang jalan kaki sampai dengan adanya penelitian serius soal ini seharusnya kita juga harus merubah kebiasaan malas jalan kaki. Mereka yang menjadi masyarakat maju saja rajin berjalan kaki kita juga sering lihat banyak turis asing yang tetap berjalan kaki saat berkunjung ke negara kita.
Jadi, jalan kaki adalah cara bagi saya untuk terus memberikan stimulasi baik bagi tubuh agar tubuh mendapatkan manfaat baik dari jalan kaki tersebut. Dengan berjalan kaki juga menjadi salah satu cara bagi saya untuk menghargai tubuh yang sudah diciptakan sangat canggih oleh Allah.
