
Mulut asam menjadi alasan para perokok aktif sehingga sangat menginginkan sekali sesegera mungkin untuk membakar rokoknya baik itu setelah makan, lagi ngopi, lagi nongkrong baik itu nongkrong dengan teman-temannya maupun nongkrong di toilet. Begitu dahsyatnya pengaruh rokok dalam kehidupan sehari-hari bagi perokok.
Katanya, eh datanya, perokok di Indonesia menurut hasil survei Kementerian Kesehatan Republik Indonesia perokok aktif di Indonesia telah mencapai 70 juta orang yang mana diantaranya sekitar 7.4% adalah perokok berusia 10-18 tahun, untuk informasi selengkapnya klik di sini.
Begitu luar biasanya pengaruh rokok dalam kehidupan sehari-hari bagi para perokok aktif, sehingga tiada hari tanpa rokok selagi masih melek sampai harus curi-curi waktu saat dalam ruangan dilarang merokok sehingga harus keluar ruangan untuk merokok dulu, hal ini menjadi normal bagi para perokok aktif sudah menjadi rutinitas selama masih belum tidur.
Tidak hanya saat bersantai, bahkan merokok juga dilakukan saat berjalan, saat mengendarai motor, saat berboncengan naik motor dan saat menyetir mobil. Selagi tidak menggangu pengguna jalan lain baik pejalan kaki atau pengendara motor lain itu tidak menjadi masalah. Tapi akan sangat mengganggu ketika bara api rokok itu terbang ke orang lain bisa saja mengenai mata atau pakaiannya atau asap rokok yang dibagikan kepada orang lain yang berada didekat anda terutama saat berhenti di lampu merah.
Para perokok memang orang yang sangat kuat, dengan segala kekuatannya bisa dan sanggup menghirup asap dan bermain api dengan mulutnya setiap hari bahkan para perokok juga telah banyak menyumbang pajak terbaik untuk membangun negara, akan tetapi menjadi pertanyaan bagi saya pribadi apakah seimbang antara masukan pajak yang dihasilkan dari rokok dengan pengeluaran negara yang dihasilkan dari penyakit yang disebabkan oleh rokok?
Yang tidak merokok mendapatkan label sebagai perokok pasif, karena memang setiap hari harus terpapar dengan asap rokok dan asap lainnya. Sebagai perokok pasif saya berharap kepada mereka yang menjadi perokok aktif untuk melindungi kami yang tidak terlalu kuat seperti anda semua agar kiranya bertoleransi melindungi yang tidak kuat, dengan cara tidak merokok saat berkendara atau setidak-tidaknya anda mengakali agar bara api dari rokok anda tidak terbang ke orang lain saat berkendara dan asapnya cukup dinikmati sendiri serta bagi yang merokok sambil nyetir mobil coba sediakan asbak di mobil anda dan silakan nikmati rokoknya dengan aman dan semua nyaman.
Toleransi antar perokok harus dilaksanakan agar tidak menjadikan masalah kepada orang lain disekitar anda karena akan membahayakan orang terutama terhadap anak-anak, jika memang mulutnya sudah asam dan harus merokok lebih baik berhenti terlebih dahulu dan puaskan keinginan merokok saat anda berhenti dijalan bukan dengan berakrobat merokok sambil berkendara di jalan.
Alangkah luar biasanya jika anda merokok dan anda bijak dalam melakukannya, mengingat bagi sebagian orang rokok adalah sarana untuk membantu berpikir, coba pikirkan dampak itu sejenak dan berusahalah melatih diri agar tidak melakukannya saat anda berkendara karena orang yang berkendara di belakang anda merasa was-was melihat tarikan rokok anda saat berkendara khawatir bara apinya akan terbang ke belakang dan mengenainya.
